Pesantren as the Three Centers of Education Perspective of Ki Hadjar Dewantara

  • Taufikin Taufikin IAIN Kudus
Keywords: community, family, pesantren, school, three centers of education

Abstract

The pros and cons of the full-day school system in Indonesia have occurred for a long time. However, the pesantren (boarding school), which uses more than a full day school system, is in fact more and more attractive to parents because it can educate their children more thoroughly. It turns out that the Ki Hadjar Dewantara (KHD) education concept also states that the boarding school system is the best for national education. With content analysis, KHD's documents are analyzed in this literature study, especially regarding the concept of education in the boarding school system. KHD tries to protect the nation's assets, namely children, through preserving their own cultural traditions and teaching values that are in accordance with the life of the nation and state through the three centers or three education centers, namely family, school, and community. To realize the success of the three centers of education in one place, KHD gave the idea that the boarding school system is the most ideal to be implemented for the character, intellectual and social manners.  

References

Al-Abrasyi, M. A. (tt.). Al-Tarbiyah al-Islamiyah. Dar al-Fikr al-Arabi.
Al-Isfahany, A.-R. (tt.). Mu’jam al-Mufradat alfazh al-Qur’an. Dar al-Fikr.
Al-Syaibany, O. M. A.-T. (1979). Falsafah at-Tarbiyah al- Islamiyah (terj. Hasan Langgulung. Falsafah Pendidikan Islam). Bulan Bintang.
Asifudin, A. J. (2016). Manajemen Pendidikan untuk Pondok Pesantren. MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 355–366. https://doi.org/10.14421/manageria.2016.12-10
Bakhtiar, W. (1990). Laporan Penelitian Perkembangan Pesantren di Jawa Barat. Balai Penelitian IAIN Sunan Gunung Jati.
Bashori, B. (2017). Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 6(1), 47–60. https://doi.org/10.22202/mamangan.1313
Dewantara, B. (1989). Ki Hajar Dewantara Ayahku. Pustaka Sinar Harapan.
Dewantara, K. H. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian I: Pendidikan (Edisi II). Majelis Luhur PersatuanTaman Siswa.
Dhofier, Z. (1994). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. LP3ES.
Ensiklopedi Nasional Indonesia (Jilid 4). (1989). Cipta Adi Pustaka.
Francois, E. J. (2015). Building Global Education With A Local Perspective: An Introduction To Glocal Higher Education. Palgrave Macmillan,.
Geertz, C. (1981). Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Pustaka.
Gunawan. (1992). Berjuang Tanpa Henti dan Tak Kenal Lelah dalam Buku Perjuangan 70 Tahun Taman Siswa. MLPTS.
Hadi, S. (1983). Metodologi Research I. UGM Press.
Hadiyyin, I. (2003). Pesantren Sebagai Alternatif Pendidikan Nasional. Al Qalam, 20(98–99), 115–140. https://doi.org/10.32678/alqalam.v20i98-99.638
Hamzah, A. (2019). Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) Kajian Filosofis, Teoretis dan Aplikatif (Cet 1). Literasi Nusantara.
Hariyadi, K. (1989). Ki Hadjar Dewantara sebagai Pendidik, Budayawan, Pemimpin Rakyat, dalam Buku Ki Hadjar Dewantara dalam Pandangan Para Cantrik dan Mentriknya. Majelis Luhur PersatuanTaman Siswa.
Hasan, M. (2015). Inovasi Dan Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 23(2), 296–306. https://doi.org/10.19105/karsa.v23i2.728
Ilyasin, M. (2020). Transformation of Learning Management: Integrative Study of Islamic Boarding School Curriculum. Dinamika Ilmu, 20(1), 13–22. https://doi.org/10.21093/di.v20i1.2006
Junaidi, K. (2017). Sistem Pendidikan Pondok Pesantren di Indonesia (Suatu Kajian Sistem Kurikulum di Pondok Pesantren Lirboyo). Istawa : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 95-100–100. https://doi.org/10.24269/ijpi.v2i1.364
Kuhlthau, C. C. (2002). Teaching the Library Research Process. Rowman & Littlefield.
Kumalasari, D. (2010). Konsep Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dalam Pendidikan Taman Siswa (Tinjauan Humanis-Religius). Jurnal ISTORIA, VOL VIII(1), 47–59.
Kurniawan, M. I. (2015). Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 4(1), 41–49. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.71
Langgulung, H. (1998). Azas-azas Pendidikan Islam (III). Pustaka al-Husna.
Marisyah, A., Firman, F., Firman, F., & Rusdinal, R. (2019). Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(3), 1514–1519.
Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. INIS.
Muhadjir, N. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin.
Muhakamurrohman, A. (2014). Pesantren: Santri, Kiai, Dan Tradisi. Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam, 12(2), 109–118.
Muslim, Abd. Q. (2010). Konsep Pendidikan Akhlak (Studi Komparasi Pada Pemikiran Ibn Miskawaih dan Ki Hadjar Dewantara). Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim.
Musyafa, H. (2017). Ki Hadjar Sebuah Memoar. Imania.
Nafi’, M. D. (2007). Praktis Pembelajaran Pesantren. Instite For Training and Development Amherst, MA Forum Pesantren dan Yayasan Selasih.
Nata, A. (2005). Tokoh-tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada.
Poerwadarminta, W. (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Purnamasari, N. I. (2016). Konstruksi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional di Era Global; Paradoks dan Relevansi. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 6(2), 73–91.
Purwanto, M. N. (1998). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Remaja Rosda Karya.
Rahardjo, S. (2014). Ki Hajar Dewantara Biografi Singkat 1889-1959 (2 ed.). Garasi.
Rahem, Z. (2017). Dampak Sosial Pemberlakuan Full Day School (menimbang Mafsadat-Maslahat Permendikbud 23/2017 Dan Perpres 87/2017). AL MURABBI, 3(1), 1–12.
Ramayulis. (2019). Ilmu Pendidikan Islam (Cet. 19). Kalam Mulia.
Ridha, R. (tt.). Tafsir al-Manar (Juz 1). Dar Al-Manar.
Sahari. (2017). Fullday School dalam Sorotan Ilmu Sosiologi, Psikologi, dan Ekonomi. Jurnal Ilmiah Iqra’, 11(1). https://doi.org/10.30984/jii.v11i1.575
Saifuddin, A. (2015). Eksistensi Kurikulum Pesantren Dan Kebijakan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 3(1), 207–234. https://doi.org/10.15642/jpai.2015.3.1.207-234
Second World Conference on Muslim Education. (1980). International Seminar on Islamic Concepts and Curriculum. Recommendations, Islamabad.
Shiddiq, A. (2015). Tradisi Akademik Pesantren. Jurnal Tadrîs, 10(2), 218–229.
Shofiyyah, N. A., Ali, H., & Sastraatmadja, N. (2019). Model Pondok Pesantren di Era Milenial. Belajea; Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 1–18. https://doi.org/10.29240/belajea.v4i1.585
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Sukarman. (2017). Reaktualisasi Konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dalam Perspektif Pendidikan Islam Bagi Generasi Milenial. Jurnal Progres, 5(1), 1–24.
Sumanto. (2020, Nopember). Wawancara tentang Ki Hadjar Dewantara [Komunikasi pribadi].
Tolib, A. (2015). Pendidikan Di Pondok Pesantren Modern. Risâlah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 60–66. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v2i1.12
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. (2019).
Waharjani. (2017). Telaah Terhadap Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tentang Pendidikan Pondok Asrama Tamansiswa. The 5th Urecol Proceeding, UAD, yogyakarta. http://lpp.uad.ac.id/wp-content/uploads/2017/05/174-Waharjani-989-997.pdf
Wahyudi, C. (2015). Sufisme Ki Hajar Dewantara. Jurnal Maraji’: Jurnal Studi Keislaman, 2(1), 24–43.
Wangid, M. N. (2009). Sistem Among Pada Masa Kini: Kajian Konsep Dan Praktik Pendidikan. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 39(2), Article 2. https://doi.org/10.21831/jk.v39i2.200
Wuryadi. (2020, Nopember). Wawancara Tentang Ki Hadjar Dewantara [Komunikasi pribadi].
Yahya, F. A. (2015). Problem Manajemen Pesantren, Sekolah Dan Madrasah: Problem Mutu Dan Kualitas Input-Proses-Output. EL TARBAWI, 8(1), 93–109. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol8.iss1.art6
Zamroji, M. (2017). Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren. Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(1), 33–63.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan (Edisi II). Yayasan Obor Indonesia.
Published
2021-06-19