Integrated Marriage Itsbat: Analyzing The Polemics Behind Its Implementation

Dian Mustika, Siti Marlina

Abstract


The existence of the Integrated Marriage Itsbat in Jambi City has begun since 2015 but in 2018, it was no longer implemented. One of the reasons is because the number of participants was decreasing. However, the trial of Marriage Itsbat in the Religious Court was still held. This study tries to examine its implementation in Jambi City and the problems surround it. This is an empirical legal research which employs the qualitative data collection through interviews and documentation. The study finds that the implementation of this program was loaded with a number of problems. Even in the reality, the final goal of this program, which is to help disadvantaged people to obtain rights to marriage certificates, marriage books, and birth certificates in one service unit, was not fully achieved. The results of this study indicate that there were a number of problems that had arisen, including: the existence of this program creating chances for increasing unregistered marriages; registration of participants without going through KUA leading to missed checks related to the clarity of previous marital status; a constraint in the publishing process of a Marriage Certificate; and lack of socialization. Hence, future programs of integrated marriage itsbat should be able to address the unintended consequences.

Keywords: Integrated Marriage Itsbat, marriage registration, Religious Court, Compilation of Islamic Law



Keberadaan Program Itsbat Nikah Terpadu di Kota Jambi baru dimulai pada tahun 2015. Namun, pada tahun 2018 tidak lagi dilaksanakan. Salah satu penyebabnya adalah jumlah peserta yang semakin menurun. Meskipun demikian, Sidang Itsbat Nikah di Pengadilan Agama tetap dilaksanakan. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menilik implementasi Itsbat Nikah Terpadu di Kota Jambi serta problematika yang terjadi di seputarnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi program ini sarat dengan sejumlah permasalahan, bahkan realitanya, tujuan akhir program ini, yaitu membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh hak atas akta perkawinan, buku nikah, dan akte kelahiran dalam bentuk pelayanan terpadu tidak sepenuhnya tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah masalah yang muncul, diantaranya: keberadaan Itsbat Nikah Terpadu dapat menimbulkan peluang semakin meningkatnya angka pernikahan tidak tercatat; pendaftaran peserta tanpa melalui KUA seringkali menyebabkan luputnya pemeriksaan terkait kejelasan status pernikahan sebelumnya; terkendalanya proses penerbitan Buku Nikah; hingga sosialisasi yang minim.

Kata kunci: Itsbat nikah terpadu, pencatatan perkawinan, Pengadilan Agama, Kompilasi Hukum Islam



Full Text:

PDF

References


Abdullah, Abdul Ghani. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Dan Peraturan Peradilan Agama. Jakarta: Intermasa, 1991.

Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo, 2007.

Abdurrahman, and Riduan Syahrani. Masalah-Masalah Hukum Perkawinan Di Indonesia. 4th ed. Bandung: Alumni, 2001.

Andaryuni, Lilik. “The Program of Circuit Isbat Nikah as the Embodiment of Access to Justice in Indonesia.” Mazahib 17, no. 1 (June 30, 2018). https://doi.org/10.21093/mj.v17i1.1054.

Badruzzaman, Maman. “Efektifitas Isbat Nikah Massal Dalam Meminimalisir Terjadinya Pernikahan Tanpa Akta Nikah (Studi Kasus Di KUA Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2008-2012).” UIN Sunan Kalijaga, 2013. http://digilib.uin-suka.ac.id/8048/.

Cholil et.all, Achmad. “Jejak Access to Justice.” Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, May 2015. https://drive.google.com/file/d/0B5UQVcJ8Df8WM1JTU3M2LWR3QnM/view.

Djubaedah, Neng. Pencatatan Perkawinan & Perkawinan Tidak Dicatat Menurut Hukum Tertulis Di Indonesia Dan Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Hapiz K., Muhammad, July 11, 2018.

Kamus Hukum. Bandung: Citra Umbara, 2008.

Kurniawan, Adi, July 19, 2018.

Mahmood, Tahir. Personal Law in Islamic Countries. New Delhi: Academy Law and Religion, 1987.

Ma’sum, H. Endang Ali. “Kepastian Hukum (Rechtszekerheid) Itsbat Nikah.” In Forum Diskusi Penelitian Kepastian Hukum Itsbat Nikah, Balitbang Diklat Kumdil MA RI, Di Hotel Le Dian Serang, Tanggal, 7. Jakarta, 2012. http://www.pta-banten.go.id/portal/makalah/kepastian-hukum-itsbat-nikah.pdf.

———. “Pernikahan yang Tidak Dicatatkan dan Problematikanya.” Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam 12, no. 2 (July 1, 2013): 201–13. https://doi.org/10.14421/musawa.2013.122.201-213.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Nurlaelawati, Euis. “Pernikahan Tanpa Pencatatan: Isbat Nikah Sebuah Solusi?” Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam 12, no. 2 (July 2013): 261–77. https://doi.org/10.14421/musawa.2013.122.261-277.

Nuruddin, Amiur, and Azhari Akmal Tarigan. Hukum Perdata Islam Di Indonesia. Jakarta: Prenada Media, 2004.

“PA Jambi Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu.” Accessed June 16, 2018. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-peradilan-agama/berita-daerah/pa-jambi-gelar-sidang-isbat-nikah-terpadu-28-10.

“PA Jambi Laksanakan Itsbat Nikah 55 Pasangan Di Kecamatan Telanaipura.” Accessed June 12, 2018. https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-peradilan-agama/berita-daerah/pa-jambi-laksanakan-itsbat-nikah-55-pasangan-di-kecamatan-telanaipura-22-7.

“Pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah Tahap II Di Kecamatan Telanaipura.” Accessed June 18, 2018. http://www.pta-jambi.go.id/format-bas-dan-putusan/24-seputar-pa/2590-pelaksanaan-sidang-itsbat-nikah-tahap-ii-di-kecamatan-telanaipura-26-06.

Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). “Panduan Pengajuan Itsbat Nikah.” Research Report. Australia-Indonesia Partnership, 2012. https://dokumen.tips/documents/di-pengadilan-agama.html.

Rahman, Raudhah, June 29, 2018.

Ritonga, Iskandar. Hak-Hak Wanita Dalam Undang-Undang Perkawinan Dan Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Nuansa Madani, 1999.

Saleh, K. Wantjik. Hukum Perkawinan Indonesia. 5th ed. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1976.

Salim, Nasruddin. “Isbat Nikah Dalam Kompilasi Hukum Islam, Tinjauan Yuridis, Filosofis, Dan Sosiologis.” Mimbar Hukum Aktualisasi Hukum Islam Year XIV, no. 2 (2003).

Sopyan, Yayan. “Isbat Nikah Bagi Perkawinan yang Tidak Tercatat Setelah Diberlakukannya UU No. 1 Tahun 1974 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.” Jurnal Ahkam IV, no. 8 (2002).

Sopyan, Yayan, and Burhanatut Dyana. “Marriage Legalization for Indonesian Migrant Workers” (Implementation of ‘Justice for All’ for Migrant Workers at Tawau, Sabah, Malaysia).” In 1st International Conference of Law and Justice (ICLJ) 2017-Good Governance and Human Rights in Muslim Countries: Experiences and Challenges, 18-22. https://dx.doi.org/10.2991/iclj-17.2018.5.

Sudarsono. Hukum Kekeluargaan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Sururie, Ramdani Wahyu. “Isbat Nikah Terpadu Sebagai Solusi Memperoleh Hak Identitas Hukum.” Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan 17, no. 1 (2017): 113–133. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v17i1.113-133.

———. “Polemik Di Seputar Hukum Isbat Nikah Dalam Sistem Hukum Perkawinan Indonesia.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam XI, no. 2 (December 2017): 233–46.

Syarif, Makmur. “Poliandri Pada Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman: Studi Kasus di Pengadilan Agama Pariaman.” Kafa`ah: Jurnal Ilmiah Kajian Gender vol.VI, no. 2 (2016): 179–200.

“Video Puluhan Pasangan Di Jambi Sidang Isbat Nikah.” Accessed October 17, 2017. https://jambi.antaranews.com/berita/32117/video-puluhan-pasangan-di-jambi-sidang-isbat-nikah.




DOI: https://doi.org/10.21093/mj.v18i1.1344

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Mazahib by Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/mazahib/index

Email MAZAHIB: redaksi.mazahib@gmail.com


Indexed and Abstracted by: