The Dispute Settlements of Inheritance in Palangka Raya: A Legal Anthropology Approach

haji syaikhu

Abstract


The issue of inheritance distribution does not often lead to conflicts that must be resolved by means of litigation. In resolving conflicts that might arise, the community usually has set a separate rule to distribute inheritance. The people of Central Kalimantan, especially in the City of Palangka Raya, prioritize deliberations that are actually not contrary to Islamic law in resolving their inheritance disputes. Why and how these dispute settlements are conducted? This study uses normative-empirical methods which employs a legal anthropology approach. The results of the study show that the tradition of resolving inheritance disputes in the people of Palangka Raya City of Central Kalimantan prioritizes peaceful settlement disputes by using Islamic law first and then a family meeting is held to determine the agreeable share and distribution of assets. The principle of kinship in the protection of property (hifz al-maal) in the family is adopted, so that the community returns to share property with the negotiation method which is built on family agreements. By referring to Islamic jurisprudence on inheritance, the dispute settlements also aims at sharia compliant in order to adhere to Islamic doctrine (hifz al-din). Finally, they also adopt the principle of responsive thinking which is human based on local wisdom values in society. The conclusion of this study shows that the Palangka Raya City Society combines Islamic law and customary law in the distribution of inheritance.

Keywords: dispute resolution, inheritance, Palangka Raya, legal anthropology


Persoalan pembagian kewarisan tidak jarang menimbulkan konflik yang harus diselesaikan. Dalam menyelesaikan konflik yang mungkin timbul tersebut, masyarakat biasanya telah menentukan suatu aturan tersendiri untuk meyelesaikan pembagian kewarisan. Masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya dalam penyelesaian sengketa waris, mengedepankan musyawarah yang sejatinya tidaklah bertentangan dengan hukum Islam.  Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi penyelesaian sengketa kewarisan pada masyarakat Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah mengedepankan perdamaian dengan cara menggunakan hukum Islam terlebih dahulu kemudian dilakukan musyawarah keluarga untuk bersepakat menentukan bagian dan pembagian harta. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara yang digabung atau due procces dispute resolution kewarisan. Sikap mental masyarakat tetap membagi harta secara Islam, kemudian harta digabung dengan nilai kemanusiaan (humanis). Adanya asas kekeluargaandalam perlindungan terhadap harta (hifzul maal) dalam keluarga, sehingga masyarakat kembali membagi harta dengan metode islah yang dibangun berdasarkan kesepakatan kekeluargaan. Masyarakat  Kota Palangka Raya melaksanakan prinsip ta’abbudi dalam konteks menjalankan hukum faraid yang juga bertujuan syariat (maqashid syariah) memelihara agama (hifzul din) kemudian menjalankan prinsip ta’aqqulli berupa ijtihad responsif yang bersifat humanis berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat Kota Palangka Raya menggabungkan antara hukum Islam dan hukum Adat dalam pembagian harta warisan.

Kata kunci: penyelesaian sengketa, kewarisan, Palangka Raya, antropologi hukum


Full Text:

PDF

References


Abdul Halim, Barkatullah. "Budaya Hukum Masyarakat dalam Perspektif Sistem Hukum." Jurnal UKSW (2013).

Ali Sodiqin, Antropologi Al-Qur’an, Model Dialektika Wahyu dan Budaya, Arruz Media, Yogyakarta:2008.

Ahmad Rofiq,Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004.

Akhmad Haries, Analisis Tentang Studi Komparatif Antara Hukum Kewarisan Islam dan Hukum KewarisanAdat, Jurnal Fenomena, Vol. 6, No. 2, 2014.

Badriyah Harun, S. H. Panduan Praktis Pembagian Waris. Pustaka Yustisia, 2009.

Berry, John W., et al. Cross-cultural psychology: Research and applications. Cambridge University Press, 2002.

Berry, J. W. "20. Psychology of acculturation." The culture and psychology reader 457 (1995).

Eman Suparman, Hukum Waris Indonesia Dalam Perspektif Islam, Adat dan BW, Bandung: Refika Aditama, 2005.

Fatahuddin Azis Siregar, Pembagian Harta Warisan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Jurnal Fitrah, Vol. 8, No. 1, Januari-Juni 2014.

Ana Amalia Furqan, Alfitri Alfitri, Akhmad Haries, “The Difference of a Child (Walad) Concept in Islamic Inheritance Law and its Implications on The Decisions of the Religious Courts in Indonesia,” Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 17, No. 2 (2018), pp. 119-146.

Hilman Hadikusumah, Antropologi Hukum Indonesia, cet. ke-3, Alumni, Bandung:2010.

Habiburrahman, Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, Jakarta: KencanaPrenada Media Group, 2011.

https://dishut.kalteng.go.id/page/37/kondisi-daerah http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321&wid=6200000000

https://kalteng.go.id/INDO/informasi_umum_kalimantan_tengah.htm

Kholidah, Kholidah. "qathi’dan zhanni menurut masdar farid mas’udi." fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman 2.1 (2016): 19-36.

Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Rineka Cipta, Jakarta, 2005.

Komari, Eksistensi Hukum Waris di Indonesia: Antara Adat dan Syariat, JurnalAsy-Syari’ah, Vol. 17, No. 2, Agustus 2015.

Rasyid, Muh Haras. "Dinamika Hukum Islam Dan Aktualisasi Teori-Teori Berlakunya Hukum Islam Di Indonesia." DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum 11.1 (2013): 15-23.

Sa’adah, Sri Lum’atus. "Maqashid Al-Syari’ah Dalam Hukum Kewarisan Islam." AL-AHWAL 7.1 (2015).

Syarif Dahlan dan Iwan Haryanto, Eksistensi ADR dalam Penyelesaian Sengketa Harta Waris Pada Masyarakat Suku Samawa, Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. IV, No.2, Agustus 2018.

Saiful Bahri, “Tafsir dan Antropologi Sosial (Sebuah Pendekatan Metodologi; Urgensi, Relevansi, dan Penyalahgunaannya”, makalah disampaikan dalam kajian regular FORDIAN (Forum StudialQur’an) Cairo, di Hay. 7, tanggal 2 Oktober 2007.

Sodiqin, Ali. "Antropologi Hukum sebagai Pendekatan dalam Penelitian Hukum Islam." Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam7.1 (2013): 115-126.

Supriyadi, Pilihan Hukum Kewarisan dalam Masyarakat Pluralistik (Studi Komparasi Hukum Islam dan Hukum Perdata), Jurnal Al-‘Adalah, Vol. XII, No. 3, Juni 2015.

Syamsudin, Muhammad. "Korupsi Dalam Perspektif Budaya Hukum." Jurnal Fakultas Hukum UII 30.64 (2007).

Prasetyo, Agung Basuki, and Sri Wahyu Ananingsih. "Perkembangan Hak Waris Perempuan pada Sistem Kekeluargaan Patrilineal Batak (Studi Kasus Putusan No. 583/pdt. g/2011/pn. jaksel)." Diponegoro Law Journal 5.2 (2016): 1-17.

TO Ihromi, Antropologi dan Hukum,Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1984.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, KamusBesarBahasa Indonesia, Jakarta: BalaiPustaka, 2008.

Utami, Utami. "Tradisi Masyarakat Muslim Dalam Membagi Harta Warisan Secara Kekeluargaan (Studi Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya)." Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 12.2 (2016): 197-213.

Winario, Mohd. "Masalah Hukum Islam Perspektif Sosiologi Antropologi Hukum." Jurnal Al Himayah 1.2 (2017): 261-276.

ZulfaJamalie, Akulturasi dan Kearifan Lokal dalam Tradisi Baayun Maulid pada Masyarakat Banjar, t.th.




DOI: https://doi.org/10.21093/mj.v18i1.1441

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Mazahib by Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/mazahib/index

Email MAZAHIB: redaksi.mazahib@gmail.com


Indexed and Abstracted by: